Refleksi Hari Disabilitas Internasional 3 Desember

Bait Untuk Ibu

Ibu,
Aku Rindu Ibu…..
Rindu belajar bersamamu.
Ibu ajarkan ilmu kehidupan,
Ibu ajarkan arti kehidupan,
Ibu contohkan bagaimana berjuang.
Aku mau jadi seperti Ibu.

Ibu,
Aku rindu Ibu….
Ibu adalah advokatorku.
Saat kepala sekolah menolaku,
Dengan gagah berani Ibu bela aku.
Dan karena itu,
Aku ingin menjadi seperti Ibu,
Menjadi pembela tunanetra.

Ibu,
Aku rindu Ibu….
Rindu suara Ibu….
Kucari-cari disana, di dalam pikiranku.
Aaaaaa, itu dia, kutemukan suara Ibu,
Suara Ibu sedang membaca untukku.
Ibu adalah mata bagiku.
Dan karena itu,
Aku berani mengajak teman-teman menjadi mata bagi tunanetra.

Ibu,
Aku rindu Ibu….
Ibu yang selalu tersenyum dan bangga akan kehadiranku.
Saat aku tunjukkan nilai raporku,
Ibu menatapnya, tersenyum,
Dan berkata,
Ini jagoan Ibu.
Senang rasanya bisa membahagiakan Ibu.

Ibu,
Aku rindu Ibu….
Rindu pada keberanianmu.
Keberanian Ibu bermimpi,
Bermimpi tentang aku.
Dan karena itu,
Aku berani bermimpi.

Ibu,
Aku rindu Ibu…
Rindu berdoa bersamamu.
Terima kasih Tuhan,
Telah Kau beri aku seorang Ibu.
Ibu yang luar biasa,
Yang menemani aku tumbuh.

Kini Ibu telah kembali kepadaNya,
Karena Ibu tahu,
Aku telah menjadi diriku,
Menjadi yang diimpikannya.
Namun, semangat Ibu selalu ada bersamaku,
Berjalan mewujudkan mimpi-mimpi yang terus tumbuh.

Ibu,
Aku tahu Ibu sedang tersenyum kepadaku,
Tersenyum dari tempat yang jauh.
Terima kasih Ibu.

*Aria Indrawati.