Ini Dia! 4 Profesi Digital yang “Ramah” bagi Tunanetra

Seperti yang selalu dikatakan banyak orang, kemajuan teknologi mempunyai dampak yang besar bagi kehidupan manusia, baik positif maupun yang negatif. Salah satu dampak positif dari kemajuan dan kecanggihan teknologi adalah kemudahan dan kecepatan dalam mengakses berbagai hal. Manfaat tersebut juga dirasakan oleh Sahabat Tunanetra. di era yang serba digital ini, tunanetra memiliki kemudahan untuk mengakses informasi dan literasi dari sebuah komputer yang dilengkapi software pembaca layar. Tak hanya itu, dengan bantuan perangkat yang dikenal dengan “komputer bicara” ini, tunanetra dapat menjalankan pekerjaannya. Bahkan di dunia digital, Sahabat Tunanetra memiliki peluang untuk menjajal profesi yang tak terpikirkan sebelumnya. Ingin tahu apa saja profesi digital yang ramah bagi tunanetra? simak dulu yang berikut ini!

Music Arranger

tunanetra sedang mengaransemen musik di studio

Music arranger merupakan profesi yang berkaitan dengan membuat komposisi lagu. Mulai dari bentuk yang paling sederhana hingga siap menjadi sebuah lagu yang siap untuk diperdengarkan secara utuh bagi khalayak umum. Seorang tunanetra dengan skill musik yang mumpuni dan dibantu dengan perangkat komputer bicara, dapat memiliki profesi digital sebagai music arranger. Software pembaca layar dapat membantu tunanetra untuk belajar music programming dan digital music recording yang diperlukan seorang music arranger yang profesional. Yang perlu kalian ketahui, di Indonesia sudah ada Sahabat Tunanetra yang menekuni profesi digital music arranger ini lho!

Programmer

Michael Curran dan James Teh
Tidak berbeda jauh dari profesi music arranger, profesi digital sebagai progremmer ini juga mulai digeluti oleh Sahabat Tunanetra di Indonesia. Profesi menjadi seorang programmer sesungguhnya bukan sesuatu yang mustahil bagi tunanetra. sebut saja Michael Curran dan James Teh, programmer tunanetra asal australia yang berhasil menciptakan sebuah software pembaca layar open source NVDA (Non Visual Desktop Acces) yang digunakan oleh tunanetra hampir di seluruh dunia. Tak hanya di Australia, di berbagai negara, tunanetra yang menjadi programmer pun telah banyak ditemui. Di Indonesia, profesi programmer kini mulai mendapatkan perhatiannya. Di Mitra netra, telah dibuka kursus programmer tingkat dasar sejak Juni 2016. Sahabat Tunanetra diajarkan materi seperti HTML, MYSQL, dan PHP. Di samping dapat kursus di Mitra Netra, Sahabat Tunanetra kini juga dapat menempuh pendidikan tinggi jurusan teknik informatika di Universitas Pamulang lho!
 

Baca juga: Training of Trainers, Strategi dalam Peningkatan Diversifikasi Pekerjaan bagi Tunanetra 

Content Writer

Tunanetra bekerja di depan laptop
Profesi digital yang ketiga adalah content writer. Pekerjaan seorang content writer adalah membuat content berupa teks untuk kepentingan iklan, promosi atau pun marketing. Nantinya content yang dibuat akan diunggah di media sosial, website atau platform digital lain sesuai permintaan dari pengguna jasa para content writer. Karena pekerjaan ini output-nya berupa teks, maka profesi content writer dapat dikatakan sangat cocok bagi tunanetra. untuk menjalani profesi ini, Sahabat Tunanetra diharuskan memiliki kemampuan menulis yang baik, mempunyai kekayan kosa kata dan wawasan yang luas, serta mampu melakukan riset yang mendalam tentang suatu topik. Tercatat hingga tahun 2019, beberapa tunanetra telah menggeluti profesi content writer, baik secara full time di sebuah perusahaan digital advertising maupun freelance (pekerja lepas).

Transcripter – Verbatim

Verbatim adalah pekerjaan mengalihkan data yang berupa rekaman suara menjadi teks atau tulisan. Seseorang yang melakukan pekerjaan verbatim ini disebut dengan transcripter. Kenapa pekerjaan membuat transkrip dari format audio ke teks ini bisa dikatakan sebuah profesi digital yang ramah bagi tunanetra? pekerjaan transcripter ini memerlukan ketelitian dalam mendengarkan dan kemudian mengalihkannya dalam bentuk tulisan. Pendengaran dan mengetik teks adalah kemampuan yang dapat dikuasai tunanetra dengan cukup baik. Untuk mendukung proses transkripsi dari audio ke format teks, tunanetra memerlukan perangkat komputer dengan software pembaca layar. Tunanetra dapat melakukan pemutaran audio di perangkat komputer yang sama untuk menulis teks. Keren kan!

Baca juga : Verbatim, Profesi Yang Cocok Untuk Tunanetra

Nah! itu dia 4 profesi digital yang ramah bagi tunanetra berkat kemajuan teknologi yang pesat saat ini. Kira-kira adakah profesi lain di dunia digital yang dapat digeluti dan ramah bagi Sahabat Tunanetra?

*juwita Maulida